Landasan Belajarku

Posted: 12 Agustus 2011 in Uncategorized
* Doa berikut adalah doa sebelum dan setelah belajar Fisika, kemudian diikuti dengan puisi Ingat Bunda di bawah sebagai latihan rutin bagi otak sebelah kanan juga dibacakan setelah dan sebelum doa wajib berikutnya. Latihan rutin otak kanan dimanfaatkan untuk meningkatkan kepekaan, agar anda SIAP menghadapi BERBAGAI SITUASI yang DARURAT dan SIFATNYA SEGERA. Akibatnya ANDA akan tahu sebelum terjadi. :D
* Doa dan puisi berikut (wajib)  :lol:

 

Ini adalah doa setiap pelajar yang hendak memulai belajar yang sulit :

AKU belajar untuk memenuhi keinginan Tuhanku

yang hendak menjadikan AKU manusia sebagaimana rencanaNya.

Menjadi manusia yang sempurna, paripurna, manusia seutuhnya, adil dan beradab, selamat di Dunia fana dan akhirat.

AKU belajar demi kemaslahatan manusia Indonesia dan
manusia di dunia juga.

Demi persatuan dan kesatuan bangsa agar tercapai kedamaian dan perdamaian dunia.

Belajarku ini didukung oleh Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Saudara-saudaraku,
orang-orang yang dekat dengan AKU dan mengenal AKU.

Disokong oleh teman-teman dan guru-guruku.

Secara musyawarah demi permufakatan, agar hidupku kelak menjadi saluran berkat

dan saluran kesejahteraan bagi orang banyak, yakni rakyat Indonesia dan Dunia

Latihan Visualisasi Otak Kanan … Meningkatkan potensi kepekaan diri :

Tariklah nafas yang dalam dan panjang …
Biarkan nafas itu mengalir perlahan dan sempurna …
Aturlah nafas anda dengan ritme yang agung ….
Biarkan sugesti ini mengalir dalam diri anda …

BAYANGKAN … BAYANGKAN …. BAYANGKAN ….
Wajah ibu anda sekarang ……… hmmmmmmmmm
Wajah Bunda yang semakin tua ….. hmmmmmmm
Semakin renta dimakan usia ….. hmmmmmmm
Semakin lusuh, layu, diserap waktu

Bayangkan ….
Wajah ibu ANDA saat masih muda ……….
Dalam bingkai pigura di masa emasnya
Di saat berpasangan dengan Ayah ANDA yang gagah dan tampan
Mereka berdua bersanding bersama di pelaminan
Sambil tersenyum kepada ANDA …
Wajah ibu ANDA saat gembira sekali, Bahagia sekali waktu itu …
Waktu bergulir, hari berganti, masa bertambah …
Bunda gembira karena tengah mengandung anaknya ….
Betapa bahagianya bunda dengan kandungannya ini …
Dalam kandungannya itu ANDA tengah dibentuknya …
Tiap hari Bunda menyanyikan senandung merdu
sambil mengelus perutnya yang semakin membesar
Pertanda Sang Jabang Bayi tengah merasakan bahagia
walau tak melihat …
namun turut merasa elusan Bunda …
Tiba harinya, Sang Bunda ketakutan – sangat takut –
Akankah Sang Jabang terlahir selamat ?
Ataukah aku yang tidak selamat (Ujar Bunda dalam batinnya)
Bunda sekuat tenaga, mengerang, merintih, berteriak, mendorong,
memaksa sesuatu dalam badannya untuk keluar
Sampai waktunya, lahirlah ANDA dengan jerit tangis bayi
membahana ke seluruh persada jagat raya
Dalam keadaan bersimbah darah ANDA diraup oleh perawat untuk dibersihkan,
dibersihkan jalan nafasnya agar bisa menghirup udara segar sebebas-bebasnya
Sementara Bunda masih dibiarkan telentang tak berdaya
dalam memperjuangkan lahirnya ANDA
Dalam keadan lemas tak bertenaga, Bunda hanya bisa berpasrah
menghitung dan mengira-ngira
Bagaimana keadaan anakku ? Sehatkah dia ?
Bagaimanakah rupanya ? Sempurnakah dia ?
Dan akhirnya, ANDA diserahkan kembali kedekapan Mama Tercinta
Bunda mulai meraba tangan kecil nan mungil
masih bersaput merah merona,
Tangan yang hangat dan lembut
Dimulainya dari tangan kanan sang Bayi mungil
Dihitungnya jari-jemari kecil itu, … satu, dua, tiga, empat, lima …
Ah … sempurna, pekik Bunda dalam hatinya …
Tangan mungil yang kiri kembali dilirik bunda sambil dijaga
didekapan di dadanya
Juga dihitung sempurna …

Kembali dipandangnya kedua bola mata mungil
Diciumnya kedua pelupuk mata sang Bayi Kecil
Sambil didekap mesra dan hangat
Lucunya binar sepasang bola mata kecil ini …

Tak terasa air mengalir menetes di kedua pipi Mama
Ah Tidak sia-sia aku mengandung 9 bulan 10 hari
ujar Bunda dalam hati
Sambil memandangi wajah mungil sang bayi
yang baru saja dibawa ke muka bumi
Bayangkan betapa bahagianya Bunda
memandangi ANDA yang baru tiba di dunia
Bayangkan ….
Bayangkan …
Bayangkan
raut wajah bunda yang semakin tua,
semakin renta, semakin kusut, semakin rapuh, semakin tak berdaya,
Rona wajah Bunda penuh kesedihan, bercampur kekesalan
Mengapa anakku yang kulahirkan dulu,
Tanpa mempertimbangkan keselamatanku,
Kupertaruhkan jiwa ragaku untuk membesarkan dan melahirkannya

Sekarang berbeda, Sekarang Ia Berubah !
Sekarang Ananda berani melawan aku,
Sekarang Ananda berani mencaci diriku,
Sekarang Ananda berani memarahi aku,
Ujar Bunda dalam batinnya !
Apakah Karena Bunda tidak pandai,
Apakah Karena Bunda tidak tinggi sekolahnya,
Apakah Karena Bunda kuno,
Apakah Karena Bunda kolot,
Apakah karena bunda kurang pergaulan, tidak modis, jadul, …
Apakah karena Bunda tidak mengerti
anak muda zaman sekarang …

Bunda ketinggalan zaman …
Bunda ditinggalkan …

Bunda Merana, Bunda Sengsara, Batin Bunda Meronta
Hati Bunda pilu, merintih, pedih perih layak diiris sembilu

Akankah ANDA biarkan Bunda larut dalam kesedihannya ?
Akankah ANDA  biarkan Bunda merana dalam laranya ?
Akankah ANDA bersikukuh dengan pikiran Anda ?

Sudikah ANDA memaafkan Bunda ?
Bersediakah ANDA memahami Bunda ?
Maukah ANDA bersujud dikaki Bunda ?

Bunda yang sudah memelihara ananda
Bunda yang sudah membesarkan ananda
Bunda yang tetap memberi semangat
Bunda yang tidak surut tetap berada di samping ANDA

Bunda menjadi teman bermain ananda
Bunda menjadi sahabat terkarib ananda
Bunda tempat curahan hati kekesalan ananda
Bunda tempat sandaran hati ananda

Bukalah pori-pori tubuh ANDA  untuk menerima
Gelombang Penyesalan ini
Biarkan air mata penyesalan mengalir deras
Biarkan batin ANDA berkecamuk remuk redam
Jangan dilawan, biarkan lepas, biarkan bebas,
bebaskan tangisan ANDA
Bebaskan perlawanan ANDA
Hanyutlah dalam arus sungai penyesalan
Mengalirlah deru pertobatan
Biarkan kedamaian itu merasuk kalbu
Turutlah irama itu
Ikutilah gelombang kedamaian itu
dalam perasaan ANDA
Biarkan damai itu hinggap
dan jangan terlepas lagi
Jangan terlepas lagi
Jangan terlepas lagi
Jangan ….
Terlepas ….
Lagi ….

maka dari itu jangan dicoba-coba tapi wajib dilaksanakan di kelas kita :D

http://fisikarudy.com/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s